100 Persen Anak Jalanan Pernah Ditawari Narkoba

Anak jalanan terbilang rentan mengkonsumsi narkoba. Semua anak jalanan atau 100 persen dari mereka mengaku pernah ditawari narkoba. Hal tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh tiga murid SMA Tarakanita I.

Penelitian yang berjudul “Narkoba Membelenggu Anak Jalanan” ini berhasil menyabet juara III dalam Lomba Penelitian Remaja Indonesia 2008 yang diselenggarakan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB). Penelitian yang dilakukan oleh Kalindra (17), Nicky (17), dan Retno (17) ini meneliti 53 anak jalanan di kawasan Blok M, Mayestik, Kebayoran Lama, dan Kebayoran Baru, Jakarta berusia 12-19 tahun.

“Kami melakukan penelitian dengan observasi dan terjun langsung di lapangan,”  Dalam penelitian tersebut juga terungkap sebanyak 28 persen anak jalanan mengkonsumsi rokok, 32 persen diantaranyanya pernah mencoba cimeng (ganja), 30,2 persennya pernah “ngelem” atau penyalahgunaan inhalen, yakni dengan menghirup benda-benda sejenis lem, zat pelarut (thinner cat) atau zat lain sejenisnya, dan sebanyak 69 persennya mengaku pernah dirazia.

Disamping itu, berdasarkan observasi yang dilakukan, bukan tidak mungkin kalau beberapa anak jalanan pernah menjadi kurir narkoba. “Mereka memang tidak mengatakannya secara gamblang, tetapi tersirat beberapa dari mereka pernah menjadi kurir,”

Tulisan ini dipublikasikan di kisah. Tandai permalink.

2 Respon untuk 100 Persen Anak Jalanan Pernah Ditawari Narkoba

  1. avianto berkata:

    orang yang mengkonsumsi narkoba tidak semua bersifat kriminal
    memang sebagian besar seperti itu banyak yang bernegatif ria
    tetapi ada sebagian orang yang mengkonsumsi narkoba untuk terapi
    terlebih untuk mengkoreksi tentang dirinya sendiri

    bayangkan ada yang berkata
    NARKOBA ITU MENYESATKAN
    NARKOBA ITU MENENANGKAN
    NARKOBA ITU HAPPY
    NARKOBA ITU MENGHABISKAN UANGKU
    NARKOBA ITU MENDEKATKAN AKU D4ENGAN TUHAN

    dan masih banyak lagi anggapan dari narkoba itu sendiri

    tapi tetap di sayangkan jika mengkonsumsi narkoba karena mereka yang mengkonsumsi nya seolah kehilangan kepercayaan dirinya sendiri
    apa lagi para anak jalanan yang mudah sekali berpikiran negatif karna kerasnya kehidupan

    maka kita jangan memandang sebelah mata terhadap semua yang ada di sekitar kita

    ayo lebih sayangi mereka mulai dari berpikir positif terhadap mereka
    karena dibalik semua topeng yang terlihat pada anak jalanan ada banyak ketulusan hati dalam menjalalani hidup

    seharusnya kita yang perlu belajar pada mereka

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>